Visualisasi Sel Darah Pada Sediaan Apus Menggunakan Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea)
Keywords:
Apusan darah tepi, Pewarna alami, Bunga telang, InfusaAbstract
Bunga telang mengandung pewarna antosianin sehingga berpotensi digunakan sebagai alternatif
Giemsa. Pada Giemsa terdapat zat warna sintetik methylene blue dan eosin yang sulit terurai di
lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode eksperimen, yang
bertujuan untuk mengamati efektivitas infusa bunga telang (Clitoria ternatea) dalam mewarnai Sediaan
Apusan Darah Tepi (SADT). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Politeknik Kemenkes
Medan. Sampel pada penelitian ini diambil di Perumahan Rorinata, Kecamatan Tanjung Morawa.
Infusa dibuat dengan variasi konsentrasi 25%, 50%, dan 75% serta variasi pH 5, 7, dan 9, kemudian
digunakan untuk pewarnaan SADT dengan Giemsa sebagai kontrol. Hasil pewarnaan diamati secara
mikroskopis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi 25%, 50% dan 75% dengan
variasi pH 5 dan 7 mampu memberikan warna pada sel eritrosit dengan morfologi eritrosit paling jelas
pada konsentrasi 50% pH 7. Pada keseluruhan konsentrasi dan variasi pH, sel lekosit dan trombosit
tidak dapat terwarnai sehingga dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi dan pH ekstrak
bunga telang belum dapat digunakan untuk melakukan pewarnaan apusan darah tepi sebagai alternatif
Giemsa.
References
Ernawaty and Andani K. R. Literature Review: Cost Calculation of Blood Services in Some Countries
(Based on HDI Level). Unnes J Public Heal. 2022;11 (1):33–45.
Wahdaniah dan Sri Tumpuk. Perbedaan Penggunaan Antikoagulan K2EDTA DAN K3EDTA Terhadap
Hasil Pemeriksaan Indeks Eritrosit. J Lab Khatulistiwa. 2018 Apr 30;1(2):114.
Salnus S, Arwie D. Ekstrak Antosianin Dari Ubi Ungu (Ipomoea batatas L.) Sebagai Pewarna Alami Pada
Sediaan Apusan Darah Tepi. J Media Anal Kesehat. 2020;11(2):96.8
Wantini, S., Huda M. Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Pengecatan Giemsa Pada Pemeriksaan
Mikroskopik Malaria. J Anal Kesehat. 2021;
Riyadi SA, Azhara FS, Koromath RY. Pewarnaan Preparat Apus Tipis Malaria ( Plasmodium vivax Dan
Plasmodium falcifarum ) Menggunakan Ekstrak Murbei Sebagai Pengganti Eosin Pada Komposisi
Giemsa. Chempublish J. 2021;6(2):75–89.
Aini N, Khasanah H, Husen F, Yuniati NI. Pewarnaan Sediaan Apusan Darah Tepi (SADT)
MenggunakannInfusa Bunga Telang (Clitorea ternatea). J Bina Cipta Husada. 2023;XIX(1):67–76.
Fajar, Husen, Khasanah NAH. Pengujian Infusa Rebusan Bunga Telang (Clitoria ternatea) Sebagai
Pewarna Alami Sediaan Apus Darah Tepi (SADT). EduMatSains J Pendidikan, Mat dan Sains.
;8(1):1–7.
Keisya Nur Raudhah, Amelia R, Sari EM, Luhulima DEJ. Effectiveness of Butterfly Pea Flower Extract
(Clitoria ternatea) as a Natural Alternative Dye to Replace Methyele Blue Diffquick Coloring in Buccal
Smear Cytology Preparations. J Kesehat. 2025;14(01):14–21.
Suebkhampet A, Sotthibandhu P. Effect of using aqueous crude extract from butterfly pea flowers (clitoria
ternatea l.) As a dye on animal blood smear staining. Suranaree J Sci Technol. 2012;19(1):15–9.
Rinny A and SR. Morfologi Eosinofil Pada Apusan Darah Tepi Menggunakan Pewarnaan Giemsa,
Wright, dan Kombinasi Wright-Giemsa. J Surya Med. 2018;3 (2):5–12.
Ayu Nirmala Sari & Masrillah. Morfologi Sel Darah pada Apusan Darah Tepi (SADT) menggunakan
Pewarnaan Alternatif Ekstrak Kol Ungu (Brassica olercea L). Pros Semin Nas Biot. 2022;9 (2):189.
Puasa Ronny. Studi Perbandingan Jumlah Parasit Malaria Menggunakan Variasi Waktu Pewarnaan Pada
Konsentrasi Giemsa 3 % Di Laboratorium RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. J Ris Kesehat.
;6(2):23–7.
