Validasi Pseudotrombositopenia Akibat Edta: Tinjauan Kasus Tentang Metode Laboratorium Dan Bioetika Islam

Authors

  • Siti Rodiatul Munawwaroh Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Adela Citra Novita Sari Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Munyati Sulam Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Charlisa Yosiana Bandaso Universitas Muhammadiyah Semarang

Keywords:

Antikoagulan EDTA, Keselamatan pasien, Apusan darah tepi, Hitung trombosit, Pseudotrombositopenia, Metode Rees-Ecker

Abstract

Pseudotrombositopenia (PTCP) akibat EDTA merupakan artefak in vitro yang menghasilkan hitung trombosit yang secara keliru rendah akibat penggumpalan trombosit di dalam tabung pengambilan sampel; apabila tidak dikenali, kondisi ini dapat menyebabkan transfusi yang tidak perlu, penundaan operasi, atau pemberian terapi imunosupresif yang tidak tepat. Tinjauan kritis ini mengkaji sebuah laporan kasus yang telah dipublikasikan sebelumnya mengenai seorang laki-laki berusia 56 tahun yang menjalani penilaian pra-operasi dengan hitung trombosit yang sangat rendah tanpa manifestasi perdarahan dan disertai penggumpalan trombosit 3+ pada apusan darah tepi; pemeriksaan ulang menggunakan natrium sitrat 3,2% meningkatkan hitung trombosit menjadi 112,2×10³/µL. Menggunakan kerangka enam komponen (indikasi klinis, prinsip metode, jenis spesimen, metrik kinerja, algoritma interpretasi, serta kritik dan rekomendasi), penulis menganalisis tiga pendekatan konfirmasi, yaitu tinjauan apusan darah tepi, penggantian antikoagulan dengan natrium sitrat atau heparin, dan hitung trombosit manual menggunakan metode Rees-Ecker. Hitung impedansi otomatis efisien untuk skrining rutin tetapi keliru mengklasifikasikan agregat trombosit; tinjauan apusan darah tepi merupakan langkah verifikasi penting berbiaya rendah; pemeriksaan dengan natrium sitrat, disertai koreksi pengenceran 1,1, dapat mengonfirmasi sebagian besar kasus, sedangkan hitung manual Rees-Ecker berfungsi sebagai pemeriksaan rujukan akhir ketika hasil otomatis atau sitrat masih meragukan. Laporan kasus yang ditinjau memiliki keterbatasan yang cukup berarti, termasuk nilai trombosit awal yang dilaporkan tidak konsisten serta ketiadaan rincian mengenai koreksi sitrat, waktu pengambilan sampel, dan gambaran apusan sitrat. Penulis mengusulkan sebuah algoritma verifikasi laboratorium bertingkat dan berpendapat bahwa verifikasi semacam ini sejalan dengan prinsip keselamatan pasien serta konsep etika Islam tabayyun (verifikasi sebelum bertindak) dan hifz al-nafs (perlindungan jiwa).

References

Lardinois B, Favresse J, Chatelain B, Lippi G, Mullier F. Pseudothrombocytopenia—a review on causes, occurrence and clinical implications. J Clin Med. 2021;10(4):594. doi:10.3390/jcm10040594](https://doi.org/10.3390/jcm10040594).

Cattaneo M. Pseudothrombocytopenia and other conditions associated with spuriously low platelet counts. Haematologica 2025;110(8):1677-92. doi: [10.3324/haematol.2024.286234](https://doi.org/10.3324/haematol.2024.286234).

Singgih GG, Wijaya JW, Adisuhanto M. Laporan kasus: pseudotrombositopenia pada pasien pre-operasi. J Kedokt Meditek. 2023;29(1):49-54. doi: [10.36452/jkdoktmeditek.v29i1.2550](https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek.v29i1.2550).

Baccini V, Geneviève F, Jacqmin H, Chatelain B, Girard S, Wuilleme S, et al. Platelet counting: ugly traps and good advice. Proposals from the French-Speaking Cellular Hematology Group (GFHC). J Clin Med. 2020;9(3):808. doi: [10.3390/jcm9030808](https://doi.org/10.3390/jcm9030808).

Milevoj Kopcinovic L, Juricic G, Antoncic D, Smaic F, Simac B, Lapic I, et al. National recommendations of the Croatian Chamber of Medical Biochemists and Working Group for Laboratory Hematology: management of samples with suspected EDTA-induced pseudothrombocytopenia. Biochem Med (Zagreb). 2024;34(3):030504. doi: [10.11613/BM.2024.030504](https://doi.org/10.11613/BM.2024.030504).

International Council for Standardization in Haematology Expert Panel on Cytometry; International Society of Laboratory Hematology Task Force on Platelet Counting. Platelet counting by the RBC/platelet ratio method: a reference method. Am J Clin Pathol.

;115(3):460-4. doi: [10.1309/W612-MYEP-FA7U8UYA](https://doi.org/10.1309/W612-MYEP-FA7U-8UYA).

Daar AS, Al Khitamy AB. Bioethics for clinicians: 21. Islamic bioethics. CMAJ. 2001;164(1):60-3. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC80636/.

Shomali MA. Islamic bioethics: a general scheme. J Med Ethics Hist Med. 2008;1:1. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC3713653/.

Downloads

Published

2026-08-31