Identifikasi Bakteri Pada Pasien Penderita Infeksi Saluran Kemih
Keywords:
Identifikasi bakteri, infeksi saluran kemih, mikroorganismeAbstract
Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri pada saluran kemih dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Angka kejadian ISK cukup tinggi, terutama pada perempuan, serta dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kebersihan diri, penggunaan kateter, dan penyakit penyerta. RSU Bunda Thamrin Medan merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang menangani kasus ISK dengan karakteristik pasien yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri penyebab infeksi saluran kemih pada pasien di RSU Bunda Thamrin Medan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berupa 22 sampel urin pasien yang diduga mengalami ISK. Pemeriksaan dilakukan melalui kultur urin menggunakan media MacConkey Agar dan CLED Agar, dilanjutkan dengan pewarnaan Gram serta identifikasi bakteri menggunakan alat VITEK 2 Compact. Data dianalisis secara deskriptif dengan menghitung frekuensi dan persentase masing-masing jenis bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri yang paling banyak ditemukan adalah Escherichia coli sebanyak 8 sampel (36,36%), diikuti oleh Klebsiella pneumoniae sebanyak 5 sampel (22,73%) dan Acinetobacter baumannii sebanyak 2 sampel (9,09%). Selain itu, ditemukan bakteri lain seperti Enterobacter cloacae complex, Pseudomonas aeruginosa, Enterococcus faecalis, Citrobacter freundii, Staphylococcus hominis, Staphylococcus epidermidis, dan Aeromonas sobria masing-masing sebanyak 1 sampel (4,55%). Sebagian besar bakteri yang ditemukan merupakan bakteri Gram negatif. Disimpulkan bahwa Infeksi saluran kemih pada pasien di RSU Bunda Thamrin Medan didominasi oleh bakteri Gram negatif, terutama Escherichia coli sebagai penyebab utama. Pemeriksaan kultur urin dan identifikasi bakteri sangat penting dalam menentukan diagnosis dan terapi yang tepat. Disarankan agar dilakukan pemeriksaan mikrobiologi secara rutin serta edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan ISK.
References
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2024.
Bonkat G, Bartoletti R, Bruyère F, Cai T, Geerlings SE, Köves B, et al. EAU Guidelines on Urological Infections. Arnhem: European Association of Urology; 2024.
Widiyastuti SF, Soleha TU. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya infeksi saluran kemih. Jurnal Lampung School. 2023;13(6):1069–1073.
R W, Astrawan D. Update pemeriksaan laboratorium infeksi saluran kemih. J Penyakit Dalam Indones. 2022;9(2):124–132.
Aziza V, Rini CS, Aliviameita A, Rohmah J. Pengaruh suhu dan lama penyimpanan urine pada pasien infeksi saluran kemih terhadap jumlah bakteri. Med Scope J. 2024;7(1):64–73.
Megawati R, Prasetya D, Sanjiwani AAS. Identifikasi bakteri penyebab infeksi saluran kemih pada pasien di Laboratorium Klinik Prodia Blitar. Prosiding Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Teknologi Laboratorium Medis Indonesia. 2023;2:100–110.
Cappuccino JG, Welsh CT. Microbiology: A Laboratory Manual. 12th ed. New York: Pearson; 2021.
bioMérieux. VITEK 2 Systems Product Information. Marcy-l'Étoile: bioMérieux; 2023.
Rahayu SW, Armah ZH. Karakteristik bakteri penyebab infeksi saluran kemih. J Media Anal Kesehat. 2021;12(1):56–65.
Lailliah ZA, Putri WR, Novalina D. Gambaran hasil pemeriksaan urinalisis pada pasien infeksi saluran kemih di RSA UGM Yogyakarta. Jurnal. 2025;2(3):1–8.
