Identifikasi Bakteri Klebsiella pneumoniae pada Pasien Infeksi Saluran Kemih

Authors

  • Novri Esteria Simbolon Program Studi D-III Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Medan

Keywords:

identifikasi, Infeksi Saluran Kemih, klebsiella pneumoniae

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi yang sering ditemukan pada masyarakat dan umumnya disebabkan oleh bakteri. Gejala Infeksi Saluran Kemih (ISK) biasanya mencakup nyeri di bagian perut bawah (suprapubik), sakit saat buang air kecil (disuria), terdapat darah dalam urine (hematuria), keinginan mendadak untuk segera buang air kecil (urgensi), serta kesulitan atau rasa sakit saat buang air kecil (stranguria). Klebsiella pneumoniae merupakan salah satu penyebab ISK yang memiliki faktor virulensi, seperti kapsul polisakarida, fimbriae, serta kemampuan adhesi dan pembentukan biofilm yang memugkinkannya melekat pada epitel saluran kemih, berkembang biak dan menghindari sistem imun. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah pasien infeksi saluran kemih di RSU Bunda Thamrin Medan disebabkan oleh bakteri Klebsiella pneumoniae. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif dengan populasi seluruh pasien yang melakukan pemeriksaan urine suspek infeksi saluran kemih di RSU Bunda Thamrin Medan. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 55 pasien terduga ISK pada bulan Februari 2026. Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi di RSU Bunda Thamrin Medan. Prosedur penelitian ini meliputi pembiakan pada media Mac Conkey Agar (MCA), Pewarnaan Gram, serta Identifikasi menggunakan alat Vitek 2 Compact. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 55 sampel urine, ditemukan Klebsiella pneumoniae pada 7 sampel (13%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Klebsiella pneumoniae merupakan salah satu bakteri penyebab ISK, namun jumlah tidak dominan dibandingkan dengan bakteri lain.

 

Kata Kunci: Identifikasi, Infeksi Saluran Kemih, Klebsiella pneumoniae

References

Othman A, Sameera, Omar KMT, Omar KMt, Abdulazeez ST. Article History Article. Publ Issue. 2023;72(2):161–177.

Aziza, Vidayatul, Rini CS, Aliviameita A, Rohmah J. Pengaruh Suhu Dan Lama Penyimpanan Urine Pada Pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK) Terhadap Jumlah Bakteri. Med Scope J. 2024;7(1):64–73.

Amran Sahputra Tanjung, Mahadir Muhammad, Anggi Martuah Purba. Pemahaman terhadap Teori-Teori Organisasi. J Pendidik dan Konseling. 2022;4(2):5816–23.

Paula, Ana, Saldanha P, Ismawatie E. Prevalensi Escherichia coli pada Penderita Infeksi Saluran Kemih di RS Guido Valadares Tahun 2021–2022. Plenary Heal J Kesehat Paripurna1. 2024;1(3):400–405.

Ananta, Yoga. Infeksi Saluran Kemih Akibat Penggunaan Kateter Pada Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Urinary Tract Infection Due To Catheter Use In Hospitalized Patients. 2024;14:2268–2274.

Ramadhan, Cahya, Astuti D, Widyastuti R, Sulistyorini M. Analisis Faktor Resiko Sebagai Upaya Pencegahan Terhadap Kejadian Kasus Infeksi Saluran Kemih. CoMPHI J Community Med Public Heal Indones J. 2024;4(2).

Lailliah, Zulfi A, Putri WR, Novalina. D. Gambaran Hasil Pemeriksaan Urinalisis Pada Pasien Infeksi Saluran Kemih Di Rsa Ugm Yogyakarta. 2025;2(3).

Chang D, Sharma L, Dela Cruz CS, Zhang D. Clinical Epidemiology, Risk Factors, and Control Strategies of Klebsiella pneumoniae Infection. Front Microbiol. 2021;12(December):1–9.

Rahayu S W, Armah Z H. Karakteristik Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih. J Media Anal Kesehat. 2021;12(1):56–65.

W R, D A. Update Pemeriksaan Laboratorium Infeksi Saluran Kemih. J Penyakit Dalam Indones. 2022;9(2):124.

Widiyastuti SF, Soleha TU. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Infeksi Saluran Kemih-Article Review-4847-1-10-20230816. ournal Lampung Sch. 2023;13(6):1069–1073.

Megawati R, Prasetya D, Sanjiwani AAS. Identifikasi Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih Pada Pasien Di Laboratorium Klinik Prodia Blitar. Pros Asos Institusi Pendidik Tinggi Teknol Lab Med Indones. 2023;2:100–110.

Yashir M, Apriani A. Variasi Bakteri Pada Penderita Infeksi Saluran Kemih (Isk). J Media Kesehat. 2019;12(2):102–9.

Rahma C, Putri, Widyantara AB, Nailufar Y. Gambaran Pola Kepekaan Antibiotik Bakteri Klebsiella Pneumoniae Penghasil Extended Spectrum Beta Laktamase Di Icu Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Yogyakarta. J Kesehat Tambusai. 2024;5(3):7829–7836.

Purwaningsih, Novika. Campuran Infusa Talas (colocasia esculenta (l.) schott), Infusa Kacang Kedelai (glycine max (l.) Merr.) Dan Ekstrak Ragi Sebagai Media Alternatif Pertumbuhan Bakteri Klebsiella pneumoniae. 2023;1–23.

Widyawati, Ayu K, Suliati, Anggraini AD, Istanto W. Deteksi Gen BlaTEM Dari Bakteri Klebsiella Pneumoniae Penghasil Extended Spectrum Beta-Lactamase (ESBL) Pada Pasien Infeksi Saluran Kemih. J Media Anal Kesehat. 2024;15(2):158–166.

Downloads

Published

2026-08-31