THE HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BANDAR KHALIPAH TAHUN 2025
Keywords:
Indeks Massa Tubuh, Tekanan Darah, Ibu Hamil, Hipertensi KehamilanAbstract
Latar Belakang: Hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu penyebab utama komplikasi yang berdampak pada kesehatan ibu dan janin. Salah satu faktor risiko yang diduga berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi pada ibu hamil adalah Indeks Massa Tubuh (IMT) yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan tekanan darah pada ibu hamil di Puskesmas Bandar Khalipah tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 42 ibu hamil yang dipilih dengan menggunakan rumus Issac dan Michael. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah serta dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil Penelitian/Diskusi: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki IMT kategori gemuk (50%) dan tekanan darah normal (76,2%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara IMT dengan tekanan darah pada ibu hamil (p = 0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh dengan tekanan darah pada ibu hamil di Puskesmas Bandar Khalipah. Peningkatan IMT dapat meningkatkan risiko hipertensi dalam kehamilan. Disarankan agar tenaga kesehatan melakukan pemantauan IMT dan memberikan edukasi gizi sebagai upaya preventif terhadap komplikasi hipertensi selama kehamilan
References
Centers for Disease Control and Prevention. (2020). High blood pressure during pregnancy. CDC.
Dosen Kebidanan Indonesia. (2017). Asuhan kebidanan kehamilan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
World Health Organization. (2020). Hypertensive disorders of pregnancy. WHO.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia tahun 2022. Kemenkes RI.
Runjati, & Umar, F. (2018). Asuhan kebidanan kehamilan. Salemba Medika.
Rahmadini, F., Sari, D., & Putri, A. (2023). Hipertensi kehamilan dan dampaknya terhadap ibu dan janin. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 14(2), 75–83.
Supariasa, I. D. N. (2019). Penilaian status gizi. Jakarta: EGC.
Zainiyah, Z., Mulyani, S., & Rahayu, T. (2021). IMT dan komplikasi kehamilan. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 9(2), 101–108.
Chouda, M. (2021). Obesity and hypertension: Pathophysiology and clinical implications. Journal of Maternal Health, 15(3), 112–118.
Simanjuntak, M., Sinaga, R., & Lubis, H. (2023). Hubungan obesitas dengan hipertensi pada ibu hamil. Jurnal Keperawatan Klinis, 11(1), 22–29.
Nurul Annisa, S., Handayani, T., & Pratama, R. (2024). Faktor risiko hipertensi kehamilan. Jurnal Ilmu Kebidanan, 18(1), 33–41.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Evitasari, D. (2020). Obesitas sebagai faktor risiko penyakit kardiovaskular. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 55–62.
Indraswari, R., Lestari, S., & Dewi, P. (2021). Hubungan status gizi dengan tekanan darah ibu hamil. Jurnal Kebidanan,
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sorta Veronica Hutahean, Samsider Sitorus, Julietta Hutabarat, Elizawardah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (Refer to The Effect of Open Access).

