Pengaruh pemberian Aerobic Exercise Terhadap Sindrom Metabolik pada wanita dewasa di kota Banda Aceh

  • Nunung Sri Mulyani Poltekkes Kemenkes Aceh

Abstract

Latar Belakang : Data epidemiologi menyebutkan prevalensi sindroma metabolik dunia adalah 20-25%. Dari data Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) menunjukkan prevalensi Sindrom metabolik sebesar 13,13%. Komponen utama sindrom metabolik diantaranya adalah obesistas abdomen, peningkatan kadar glukosa darah (sewaktu dan atau puasa), peningkatan tekanan darah dan dislipidemia. Diabetes mellitus, obesitas sentral, dislipidemia, dan hipertensi merupakan komponen sindrom metabolik sehingga peningkatan prevalensinya akan berpengaruh pada peningkaan kejadian sindrom metabolik. Adapun salah satu faktor yang dapat menurunkan sindrom metabolik adalah dengan melakukan aktivitas fisik salah satunya dengan aerobic exercise.

Metode : Penelitian ini dilakukan pada bulan April s/d Oktober 2016. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pre-postest observational, untuk mengkaji pemberian aeobic exercise terhadap sindrom metabolik pada wanita dewasa.

Hasil : Sebelum diberikan aerobic exercise rata-rata lingkar pinggang sebesar 81,28 cm, tekanan darah sistolik sebesar 133,28 mmHg dan diastolic sebesar 87,44 mmHg serta kadar gula darah sebesar 110,52 mg/dl. Setelah diberikan aerobic exercise rata-rata lingkar pinggang sebesar 80,56 cm, tekanan darah sistolik sebesar 131,58 mmHg dan diastolic sebesar 85,44 mmHg serta kadar gula darah sebesar 107,04 mg/dl.

Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian aerobic exercise terhadap lingkar pinggang (p=0,00), tekanan darah (p=0,00) dan kadar gula darah (p=0,00)

 

Kata Kunci: Aerobik exercise, Sindrom metabolik

Published
2019-12-30