ANALISA KADAR BILANGAN PEROKSIDA PADA MINYAK GORENG YANG DIGUNAKAN PEDAGANG GORENGAN

Authors

  • Dea Yolanda Poltekkes Kemenkes Medan
  • Dign Renny Panduwati Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan

Keywords:

bilangan peroksida, minyak goreng, titrasi iodometri

Abstract

Minyak goreng merupakan media penghantar panas pada proses menggoreng. Salah satu parameter mutu minyak adalah bilangan peroksida yang meningkat karena oksidasi asam lemak tak jenuh. Penelitian eksperimental laboratorium ini bertujuan mengetahui kadar bilangan peroksida pada minyak goreng yang digunakan pedagang gorengan pada penggorengan terakhir. Empat sampel diambil dan dianalisis dengan titrasi iodometri di Laboratorium Analisa Makanan dan Minuman Poltekkes Medan pada periode November 2022–Juni 2023. Hasil: Pedagang 1 = 11,4 mek O2/kg; Pedagang 2 = 14,5 mek O2/kg; Pedagang 3 = 7,2 mek O2/kg; Pedagang 4 = 12,4 mek O2/kg. Tiga dari empat sampel melebihi batas SNI 01-3741-2013 (10 mek O2/kg).

References

Badan Standardisasi Nasional. SNI 01-3741-2013: Minyak Goreng. Jakarta: BSN; 2013.

Ketaren S. Minyak dan Lemak Pangan. Jakarta: UI Press; 2012.

Winarno FG. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 2008.

Putri IS. Pengaruh lama pemanasan terhadap bilangan peroksida minyak goreng. Jurnal Ilmu Pangan. 2015;6(2):45–50.

Anwar EN, Wendi. Pemeriksaan bilangan peroksida pada minyak goreng yang telah digunakan beberapa kali. Jurnal Farmasi. 2020;9(1):12–17.

Aulia Y. Analisis kadar bilangan peroksida pada minyak goreng curah. Medan: Poltekkes Kemenkes Medan; 2018.

Sudarmadji S, Haryono B, Suhardi. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Yogyakarta: Liberty; 2010

Downloads

Published

2026-02-28