FORMULASI DAN UJI FISIK SABUN PADAT DARI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.)
Abstract
Daun sirih hijau (Piper betle L.) merupakan tanaman herbal yang mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid, tanin, saponin, polifenol, dan minyak atsiri yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri, antijamur, antioksidan, serta antiseptik. Kandungan senyawa tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam formulasi sediaan kosmetik, salah satunya sabun padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun sirih hijau dapat diformulasikan menjadi sabun padat serta menentukan konsentrasi ekstrak yang menghasilkan sifat fisik sediaan paling baik. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan empat formula, yaitu F0 (tanpa ekstrak), F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%). Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan menjadi sabun padat menggunakan Virgin Coconut Oil (VCO), natrium hidroksida (NaOH), asam stearat, gliserin, natrium lauril sulfat, natrium klorida, dan Oleum Piper betle. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, pH, tinggi busa, stabilitas, iritasi, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan sabun padat dengan bentuk yang baik, pH berkisar antara 9,7–10,0 sesuai persyaratan SNI 3532:2016, tinggi busa sebesar 6,8–9,9 cm, serta stabil selama penyimpanan empat minggu tanpa perubahan bentuk, warna, aroma, maupun pH yang bermakna. Seluruh formula juga tidak menimbulkan iritasi pada panelis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih hijau berhasil diformulasikan menjadi sabun padat yang memenuhi persyaratan evaluasi fisik dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk kosmetik berbahan alam.
Kata kunci: Formulasi; sabun; stabilitas; daun sirih hijau; ultrasonik.
References
DAFTAR PUSTAKA
Sekarini AAAD, Krissanti I, Syamsunarno MRAA. Jurnal Sains dan Kesehatan. J Sains dan Kesehat. 2020;2(4):538–47.
Yusan LY, Nailufa Y. Pembuatan Handwash: Peningkatan Kualitas Sabun UMKM. SCOPINDO MEDIA PUSTAKA; 2022.
Aznury M, Hajar I, Serlina A. Optimasi Formula Pembuatan Sabun Padat Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L). J Kinet [Internet]. 2021;12(01):51–9. Available from: https://jurnal.polsri.ac.id/index.php/kimia/index51
Made N, Mara D, Nayaka W, Malida M, Sasadara V, Sanjaya DA, et al. Piper betle (L): Recent Review of Antibacterial and Antifungal Properties, Safety Profiles, and Commercial Applications. 2021;(L):1–21.
Ernawita 2022. Fitokimia, Sifat Antibakteri dan Antioksidan daun sirih hijau [Internet]. 2022. 29–30 p. Available from: Fitokimia, Sifat Antibakteri dan Antioksidan daun sirih hijau
Muslikh FA, Nastiti GP, Nur R, Fricananta SS, Jati T, Dewi D. Formulasi Sabun Mandi Cair Berbasis Virgin Coconut Oil ( VCO ): Optimalisasi Pemanfaatan Produk Lokal Untuk Perawatan Kulit dan Pencegahan Dehidrasi. 2025;13(1):628–37.
SNI 3532-2016 sabun.
Andrini N. STUDI LITERATUR Karakteristik Dan Perawatan Kulit Untuk Orang Asia. 2023;4(3):14–23.
MUHAMAD F. PREFERENSI KONSUMEN DAN ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PRODUK SABUN PADAT BABANDOTAN (Ageratum conyzoides L.). 2025;
