EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) MENURUNKAN GULA DARAH PADA TIKUS
Abstract
Salah satu tanaman herbal yang secara empiris digunakan masyarakat untuk mengatasi diabetes melitus adalah daun kelor (Moringa oleifera L.) karena kandungan senyawa aktifnya, seperti flavonoid, saponin, tanin yang berpotensi menurunkan kadar gula darah. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui efektivitas Ekstrak Etanol Daun Kelor (EEDK) dalam menurunkan kadar gula darah tikus putih jantan serta mengetahui pada dosis berapa yang paling efektif. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain pre-test dan post-test control group design. Sebanyak 15 ekor tikus putih jantan dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (CMC 0,5%), kontrol positif (glimepirid), dan tiga kelompok uji dengan dosis ekstrak 200 mg/KgBB, 400 mg/KgBB, dan 600 mg/KgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kontrol negatif (CMC 0,5%) persentase penurunannya sebesar 36,94%, kontrol positif (glimepirid) 59,39%, EEDK dosis 200 mg/KgBB 54,90%, EEDK dosis 400 mg/KgBB 53,60%, dan EEDK dosis 600 mg/KgBB 62,32%. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan nilai p = 0,281 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok secara statistik, namun secara klinis EEDK memiliki efektivitas yang setara dengan glimepirid. Kesimpulan penelitian ini adalah Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera L.) memiliki efek antidiabetes dengan dosis paling efektif 600 mg/KgBB.
