http://ojs.poltekkes-medan.ac.id/nutrient/issue/feed NUTRIENT Jurnal Gizi 2022-06-30T12:20:28+07:00 Herly Nainggolan, SKM, MKM herlynainggolan@yahoo.com Open Journal Systems <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">NUTRIENT JURNAL GIZI adalah jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari disiplin ilmu Gizi, Pangan, Kesehatan. </span><span style="vertical-align: inherit;">Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal Gizi ini adalah hasil-hasil penelitian ilmiah asli , studi kasus, literatur Review di bidang Gizi klinik dan dietetik, food science, pangan,kesehatan dan gizi masyarakat. </span><span style="vertical-align: inherit;">Terbit 2 kali (periode Januari - Juni, dan Juli - Desember) setiap tahun.</span></span></p> http://ojs.poltekkes-medan.ac.id/nutrient/article/view/1304 Prebiotik dan Dermatitis Atopik pada Anak 2022-06-30T09:41:09+07:00 Fauziyyah fauziyyahnaa@gmail.com Agung Ikhssani agungikhssani@gmail.com <p>Dermatitis atopik adalah kondisi kulit berupa inflamasi kronis yang umum ditandai dengan gatal berulang yang parah. Gejala yang muncul termasuk kulit kering, lesi eksim, eritema (kemerahan), edema, erosi, oozing dan pengerasan kulit, yang bervariasi menurut kronisitas lesi dan usia pasien yang terkena Dermatitis atopik. Individu dengan Dermatitis atopik dalam tingkat sedang hingga berat juga dapat menunjukkan hiperpigmentasi retikulat yang didapat pada leher (juga disebut 'leher kotor') yang dihasilkan dari kombinasi hiperpigmentasi pasca inflamasi dan gesekan. Pruritus atau sensasi tidak menyenangkan pada kulit yang memicu rasa gatal sering menyebabkan trauma kulit, ketidaknyamanan, dan gangguan tidur. Memperbaiki status gizi, pencernaan nutrisi, respon imun spesifik dan non spesifik, efek menguntungkan pada saluran pencernaan dan kulit, adalah upaya untuk mendukung penggunaan pra dan probiotik pada pasien dengan Dermatitis Atopik. Namun, tidak ada cukup data dalam literatur untuk menjawab pertanyaan mengenai dosis optimal, waktu optimal untuk memulai pengobatan dan durasi yang diperlukan untuk menunjukkan efek yang menguntungkan; penggunaan probiotik yang dipersonalisasi menurut dysbiosis kolon dapat dikaitkan dengan hasil terbaik. Tinjauan pustaka ini mengkaji Prebiotik dan Dermatitis Atopik pada Anak.</p> 2022-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 NUTRIENT Jurnal Gizi http://ojs.poltekkes-medan.ac.id/nutrient/article/view/1307 Gangguan Makan di tengah Pandemi Covid-19 : Sebuah Perburukan Bermakna Terhadap Gizi 2022-06-10T09:18:35+07:00 andina selia nur andinaselianur15@gmail.com Agung Ikhssani agungikhssani@gmail.com <p>Gangguan makan adalah gangguan mental yang menggangu, berpotensi fatal, dan merugikan yang secara substansial bagi kesehatan fisik dan mengganggu fungsi psikososial. Pandemi COVID-19 dan stresor terkaitnya telah sangat memengaruhi semua aspek kehidupan. Pandemi COVID-19 telah dikaitkan dengan peningkatan dan insiden pada gangguan makan juga memperburuk beban gangguan makan dan secara bersamaan telah menyoroti kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesadaran akan gangguan ini. Pandemi telah mengganggu kesehatan mental penduduk secara global dan memiliki efek yang sangat merugikan pada orang-orang dengan atau yang berisiko mengalami gangguan makan. Upaya seperti penggunaan telemedicine, pengobatan mandiri yang dipandu, penggunaan aplikasi pada smartphone, grup dukungan online, menargetkan makan tertentu dan tantangan terkait makanan yang telah dibuktikan melalui beberapa penelitian berdampak positif pada pasien dengan gangguan makan. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk memberikan saran penanganan yang dapat dilakukan pada penderita gangguan makan di saat pandemi Covid-19</p> 2022-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 NUTRIENT Jurnal Gizi http://ojs.poltekkes-medan.ac.id/nutrient/article/view/1310 Obesitas dan Gangguan Tidur pada Remaja : Tinjauan Pustaka 2022-06-30T10:58:23+07:00 aditya bustami adityabustami@gmail.com Agung Ikhssani agungikhssani@gmail.com <p>Tidur adalah komponen penting dari kesehatan manusia, dan baik kurang tidur maupun kualitas tidur yang buruk merugikan hasil kesehatan. Terdapat bukti ilmiah yang luas yang menghubungkan gangguan tidur dengan penambahan berat badan dan obesitas. Terdapat hubungan berupa perubahan metabolik akibat gangguan tidur menyebabkan peningkatan berat badan, resistensi insulin dan peningkatan tekanan darah. Sejumlah penelitian telah menyoroti hubungan positif dan dua arah antara gangguan tidur dan obesitas. Durasi tidur yang pendek dan kualitas tidur yang buruk juga umum terjadi pada populasi anak-anak, terutama pada remaja. Subyek dengan gangguan tidur memiliki risiko lebih tinggi mengalami kenaikan berat badan dan obesitas dan sebaliknya, obesitas dapat menyebabkan memburuknya tidur. Tinjauan pustaka ini membahas dampak obesitas dan gangguan Tidur yang dialami oleh remaja</p> 2022-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 NUTRIENT Jurnal Gizi http://ojs.poltekkes-medan.ac.id/nutrient/article/view/1314 PENGARUH PEMBERIAN PUDING PSIDIUM GUAJAVA L DAN PHOENIX DACTYLIFERA TERHADAP PERUBAHAN KADAR HEMOGLOBIN PENDERITA ANEMIA REMAJA PUTRI SMAN 14 PALEMBANG 2022-06-30T11:47:57+07:00 Eliza Eliza eliza@poltekkespalembang.ac.id Nyayu Odja Khodidjah eliza_limar@yahoo.co.id Podojoyo Podojoyo podojoyo@poltekkespalembang.ac.id Sumarman Sumarman eliza_limar@yahoo.co.id <p>Anemia merupakan keadaan dimana kadar hemoglobin dibawah normal, kadar hemoglobin normal pada wanita remaja yaitu 12-15 g/dl dan pria remaja kadar hemoglobin normal yaitu 13-17 g/dl. Salah satu penatalaksanaan non farmakologi untuk penderita anemia adalah dengan pemberian puding <em>psidium guajava l</em> dan <em>phoenix dactylifera</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian puding <em>psidium guajava l</em> dan <em>phoenix dactylifera</em> terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Jenis penelitian yang digunakan adalah <em>quasi ekspreriment </em>dengan rancangan <em>pretest dan postest with control group</em>. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2022. Sampel pada penelitian ini dipilih secara <em>proposional startified random sampling dan simple random sampling </em>dengan jumlah sampel kelompok intervensi dan pembanding masing-masing 30 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pemberian puding <em>psidium guajava l</em> dan <em>phoenix dactylifera</em> kenaikan rata-rata kadar hemoglobin responden sebesar 1,57 g/dl (<em>p-value </em>= 0,000). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian puding <em>psidium guajava l</em> dan <em>phoenix dactylifera </em>terhadap peningkatan kadar hemoglobin remaja putri di SMAN 14 Palembang.</p> 2022-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 NUTRIENT Jurnal Gizi http://ojs.poltekkes-medan.ac.id/nutrient/article/view/1318 Gambaran Asupan Zat Gizi Makro Dan Status Gizi Pada Mahasiswa Gizi Poltekkes Kemenkes Riau 2022-06-30T11:44:17+07:00 lily restusari lilyrestusari@gmail.com <p><em>Pemenuhan zat gizi pada seseorang akan mempengaruhi status gizi. </em><em>Pada usia dewasa kebutuhan zat gizi sangat diperhatikan terutama asupan zat gizi</em> <em>makro. Tujuan penelitian ini untuk melihat assupan zat gizi makro dan status gizi pada mahasiswa Gizi Poltekkes Kemenkes Riau. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini seluruh mahasiswa Gizi Poltekkes TK II Sampel penelitian sebanyak 40 mahasiswa dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi tertentu. Hasil penelitian ini adalah status gizi mahasiswa yang normal sebesar 70%, kurus sebesar 12,5%, overwight sebesar 5% dan obesitas sebesar 12,5%. Asupan energi mahasiswa kategori kurang sebesar 60% dan cukup sebesar 50%, asupan protein mahasiswa kategori kurang sebesar 50%, cukup sebesar 45% dan berlebih sebesar 5%, asupan lemak mahasiswa kategori kurang sebesar 50%, cukup sebesar 40% dan berlebih 10% dan asupan karbohidrat mahasiswa kategori kurang sebesar 65%, cukup sebesar 32,5% dan berlebih sebesar 2,5%.</em>.</p> 2022-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 NUTRIENT Jurnal Gizi http://ojs.poltekkes-medan.ac.id/nutrient/article/view/1319 PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN “KAKATUL” TERHADAP KADARGLUKOSA DARAH PENDERITA DIABETES MELITUS 2022-06-30T11:57:51+07:00 Nova Marisa podojoyo@poltekkespalembang.ac.id Podojoyo Podojoyo podojoyo@poltekkespalembang.ac.id Hana Yuniarti podojoyo@poltekkespalembang.ac.id Susyani podojoyo@poltekkespalembang.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Diabetes mellitus adalah penyakit degeneratif yang ditandai dengan kadar gula darah sewaktu ?200 mg/dl. Penderita diabetes mellitus dianjurkan mengonsumsi serat sesuai anjuran adalah 20-35 g/hari yang berasal dari berbagai sumber bahan makanan. Minuman Kakatul adalah serbuk instan tinggi serat berasal dari kakao dan bekatul sebagai &nbsp;minuman yang dapat membantu menurunkan kadar glukosa dalam darah. <strong>Tujuan</strong><strong>.</strong> Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman Kakatul &nbsp;terhadap kadar glukosa darah penderita DM tipe II di Puskesmas Merdeka Palembang. <strong>Metode:</strong> Jenis penelitian menggunakan rancangan <em>quasi experiment</em> dengan metode <em>pre-test and post-test with two group.</em> Indonesian translation.&nbsp;Polulasi penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas dan jumlah sampelnya adalah 30 orang dengan kriteria kadar gulose darah 200 mg/dl.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Rata-rata kadar glukosa sebelum perlakuan pada kelompok perlakuan yaitu 316,60 mg/dl dan 324,43 mg/dl pada kelompok pembanding. Rata-rata glukosa darah setelah perlakuan pada kelompok perlakuan sebesar 280,76 mg/dl dan pada kelompok pembanding sebesar 318,10 mg/dl. Sedangkan hasil independent sampel t-test menunjukkan selisih nilai rata-rata kadar glukosa darah kelompok perlakuan 37,93 mg/dl dan kelompok pembanding 6,33 mg/dl (p-value = 0,000).</p> <p><strong>Kesimpulan:</strong> Pemberian minuman kakatul berpengaruh terhadap glukosa darah penderita DM tipe II dengan perbedaan selisih rata-rata kadar glukosa darah kelompok perlakuan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok pembanding dikarenakan memiliki kandungan serat yang tinggi.</p> 2022-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 NUTRIENT Jurnal Gizi http://ojs.poltekkes-medan.ac.id/nutrient/article/view/1323 Pemberian Dexmedetomidine terhadap Aritmia pada Pasien Bedah Jantung yang dirawat di Intensive Care Unit 2022-06-30T12:10:17+07:00 M. Rizki Fathurrohim januar.ishak181@gmail.com Januar Ishak Hutasoit januar.ishak181@gmail.com <p>Aritmia merupakan gangguan irama jantung yang menjadi salah satu penyebab terjadinya perburukan dan kematian selama masa perioperatif serta pada pasien kritis di unit perawatan intensif (ICU). Pasien bedah jantung sering mengalami beberapa jenis aritmia setelah masuk ke unit perawatan intensif (ICU), yang meningkatkan mortalitas dan morbiditas. Dexmedetomidine (DEX) adalah agonis reseptor adrenergik alfa-2 generasi baru yang sangat selektif, dan diterapkan dengan aman jauh melampaui sedasi. Ini juga menunjukkan sifat ansiolitik, analgesik, dan simpatolitik. Beberapa studi mengatakan DEX memiliki efek antiaritmia yang menurunkan kejadian aritmia ventrikel (VA) dibandingkan dengan obat lain yang digunakan untuk sedasi setelah operasi jantung. DEX tidak dapat mengurangi kejadian fibrilasi atrium (AF) dibandingkan dengan obat-obatan kontrol setelah operasi jantung. DEX mungkin memiliki pengaruh yang meningkat pada kejadian AF jika pasien memiliki riwayat AF. Tinjauan pustaka ini membahas Pemberian Dexmedetomidine terhadap aritmia pada pasien bedah jantung yang dirawat di intensive care unit</p> 2022-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 NUTRIENT Jurnal Gizi http://ojs.poltekkes-medan.ac.id/nutrient/article/view/1327 Manajemen Anestesi Peritonitis Eksplorasi pada Anak Usia 5 Tahun 2022-06-30T12:16:07+07:00 Lailatut Toriqoh Lailatoriqoh10@gmail.com Sharlene Sabrina Azzahra Lailatoriqoh10@gmail.com Ari Wahyuni Lailatoriqoh10@gmail.com <p>Peritonitis merupakan kegawatdaruratan bedah dengan etiologi yang bervariasi dengan angka kematian yang tinggi, terutama pada anak-anak. Penyebabnya terjadinya pertitonitis dapat berupa perforasi saluran usus, pankreatitis, penyakit panggul, tukak lambung, sirosis, atau apendix yang pecah.. Peritonitis salah satu penyebab kematian tersering pada penderita bedah dengan mortalitas sebesar 10-40%. Pada pembedahan laparatomi umumnya jenis anastesi yang digunakan adalah jenis anastesi umum inhalasi. Laparatomi merupakan salah satu prosedur definitif peritonitis yang bersifat mayor, dengan melakukan penyayatan pada lapisan-lapisan dinding abdomen untuk mendapatkan bagian organ abdomen yang mengalami masalah. Laparotomi ekspolrasi yang dilakukan pada pasien ini menggunakan teknik anestesi general dan membutuhkan pengawasan yang adekuat serta dosis yang tepat mengingat usia pasien. Anastesi umum adalah suatu keadaan tidak sadar yang bersifat sementara yang diikuti oleh hilangnya rasa nyeri di seluruh tubuh akibat pemberian obat anestesia. Laporan kasus ini membahas manajemen anestesi peritonitis eksplorasi pada anak usia 5 tahun dengan peritonitis</p> 2022-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 NUTRIENT Jurnal Gizi http://ojs.poltekkes-medan.ac.id/nutrient/article/view/1339 Antibiotik Profilaksis Perioperatif Pada Seksio Sesaria dan Histerektomi 2022-06-30T12:17:56+07:00 vioren viovioren2233@gmail.com Sulyaman sulyamanaman@mail.com <p>Hampir 80 juta prosedur bedah dilakukan di Amerika Serikat dengan komplikasi infeksi pasca operasi sebesar 1,9%. Tingkat infeksi pasca operasi baik pada seksio sesarea dan histerektomi berkisar sekitar 1% hingga 4% di Amerika Serikat. Antimikroba profilaksis dapat menurunkan tingkat infeksi pasca operasi yang mempersulit operasi perut tetapi bukan satu-satunya faktor dalam pencegahan infeksi ini. Organisme yang menginfeksi umum termasuk staphylococci dan enterococci tetapi infeksi juga dapat polymicrobial, biasanya mewakili flora saluran genital. Cefazolin adalah salah satu pilihan lini pertama yang direkomendasikan untuk seksio sesaria dan histerektomi. Cefazolin harus diberikan 60 menit sebelum insisi bedah dan dosis ulangan setiap 4 jam. Alternatif yang disarankan untuk pasien dengan alergi beta-laktam: untuk operasi caesar, kombinasi klindamisin dan gentamisin dan untuk histerektomi vagina atau abdominal: klindamisin atau vankomisin ditambah agen yang menargetkan organisme gram negatif seperti aminoglikosida, fluoroquinolone, atau aztreonam ATAU metronidazol plus aminoglikosida atau fluoroquinolone. Durasi terapi yang dianjurkan adalah &lt;24 jam (dan untuk durasi prosedur). Artikel ulasan ini bertujuan untuk menjelaskan prinsip umum antibiotik pasca operasi pada&nbsp; seksio saesaria dan histerektomi.</p> 2022-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 NUTRIENT Jurnal Gizi http://ojs.poltekkes-medan.ac.id/nutrient/article/view/1344 Lama Menyusui Dan Tingkat Kemiskinan Keluarga Kaitannya Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita : Studi Literatur 2022-06-30T12:20:28+07:00 Lusyana Gloria Doloksaribu glorialusyana@gmail.com Efendi S Nainggolan glorialusyana@yahoo.com Tiurlan Mariasima Doloksaribu glorialusyana@yahoo.com <p><strong><em>Background </em></strong><em>Stunting is one of the nutritional problems faced in today's world that many toddlers experience. Stunting is a condition where children under five have a length / height that is less when compared to age. The incidence of stunting arises from conditions such as poverty and inappropriate breastfeeding</em><em>. <strong>The aim of the study</strong> </em><em>was to determine the relationship between length of breastfeeding and the level of family poverty with the incidence of stunting in children under five in a literature study</em><em>. <strong>The type of research</strong> </em><em>used is a literature study with secondary data collection from scientific research articles from 2015-2020. Article selection is done by setting inclusion and exclusion criteria consisting of duplication, title, abstract and PICOS criteria. Search data using the online Google Scholar, DOAJ, PubMed and Garuda databases using the key words "long breastfeeding" AND toddler stunting, and family poverty level AND "toddler stunting". The articles obtained were 289 articles, but only 11 articles that matched the inclusion criteria. Selected articles are then evaluated</em><em>. <strong>The results</strong> </em><em>of this literature study found that 5 out of 11 articles that examined the relationship between poverty and stunting showed that 100% of the articles stated that there was a relationship. Children from poor families tend not to get good nutrition because they cannot provide food at the household level. . Likewise with the length of breastfeeding. 6 out of 11 articles that reviewed this subject, 100% showed that there was a relationship between the length of breastfeeding and the risk of stunting. The longer breastfeeding is given, the less stunting occurs</em><em>. <strong>In conclusion</strong>, The family poverty rate and the length of breastfeeding are related to the incidence of stunting in children under five&nbsp;</em></p> 2022-06-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 NUTRIENT Jurnal Gizi